Pages

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2013

Luminosity

Semilir warna merubah nyata
Angan sejuk kini menyapa
Hanya nada-nada tak bersuara
Kini tenggelam dalam kata

Apakah semua mengerti
Hanya suara angin yang terus berlari
Mengejar matahari yang berhenti
Dan kini tiupan suara itu terhenti

Bersama asa yang menghampiri
Melewati cakra yang tak pasti
Adakah sunyi itu berbunyi
Adakah sepi itu sendiri..???

Langit tak lagi biru
Awan tak lagi menderu
Dan harap kini menjadi kelabu
Bersama cerminan hati yang sayu

Tak pernah ada
Yang tahu apa itu makna
Tak pernah ada
Yang memahami apa itu makna

Suara tawa
Terlantang dengan kerasnya
Seolah mengerti yang ada
Seolah memahami semua

Dan apakah burung yang terbang
Mengerti bagaimana caranya terbang?
Dan apakah semua kenangan
Menghilang dalam setiap bayang?

Dan kini nyanyian-nyanyian
Bernyanyi dengan malang
Menapaki Jalanan
Yang tak pernah ada tujuan

Hanya deret kata
Tak perlu orang mengetahuinya
Karena hanya senyap yang nyata
Yang mengerti hati yang luka

Karena sunyi yang diam
Yang mampu membungkam
Betapa biru hati yang bersemayam
Bersama alunan di akhir perjalanan
Selengkapnya...

Selasa, 01 Januari 2013

SEPI

Malam, ku tersudut dalam kelam
Malam, dingin ini penuh dengan goresan
Malam, selimuti aku bersama kabut awan
Malam, beri aku sedikit kehangatan

Bintang, telahkah engkau pergi?
Bulan, enggankah engkau menemani?
Bintang, kenapa sinarmu tak terlihat lagi?
Bulan, mengapa awan menutupimu malam ini?

Malam, katakanlah pada awan
Agar menjauh dari bulan
Nyanyikan pada para bintang
Agar temani lagi sang rembulan

Aku disini kesepian
Hanya melihat bulan tertutup awan
Ingin aku terbang ke awan
Agar ku bisa bertemu bintang


Ku tersudut dalam beku
Dinginnya pagi menusuk kalbu
Angin malam buatku malu
Bersama tangis yang terjatuh dari pipiku

Oh,malam ijinkan aku
Tertidur dalam peluk hangatmu
Dalam dekapan bulan merdu
Diringi nyanyian bintang itu

Jangan biarkan daku
Lewati malam nan membeku
Ku ingin malamku
Bersamamu hingga akhir waktu

Selengkapnya...

Kamis, 20 Oktober 2011

Lelah

Menunggu asa
Tak kan pernah ada habisnya
Memulai rasa
Takkan pernah ada hentinya

Aku terkunci waktu
Dalam bayang-bayang masa lalu
Terdiam dalam pilu
Menunggu kabut berlalu

Dalam sepi ku menanti
Sebuah ikatan dari dalam hati
Yang dulu bersinar menerangi
Yang dulu cerah warnai hari

Namun kini
Aku terjatuh saat berlari
Aku terdiam dalam emosi
Aku terbungkam dengan dunia ini

Aku tak mampu
Memikul mimpi semu
Yang selalu mengikatku
Di setiap langkah kakiku

Hal yang terlupa
Kini kembali terbuka
Ingatkan masa yang lama
Saat aku masih bernada

Dan kini
Aku tak mampu langkahkan kaki
Cukuplah sampai disini
Perjalanan yang telah sepi

Aku tak ingin lagi
Menyusuri kehidupan ini
Aku telah lelah bermimpi
Aku lelah untuk mencari arti semua ini

Kini ku ingin lewati
Hari-hari dalam sendiri
Bersama bayang-bayang dan ilusi
Hanya untuk menutupi hati yang mati

Ku menyerah
Dan terjebak dalam pasrah
Ku mengalah
Terkubur oleh amarah

Dalam lelah ku masih menanti
Rasa diri ini
Dalam ikatan yang tak pasti
Yang pernah tersimpan dihati
Selengkapnya...

Minggu, 16 Oktober 2011

Tanpa Judul

Ku tertunduk sayu
Menahan beban tak tentu
Kesepian yang terus merayu
Kini semakin menggebu

Waktu
Semakin jahat padaku
Ia berlari meninggalkanku
Dalam Sunyi yang beradu


Semua
Hal yang pernah bernada
Kini merana
Menangis dalam suatu asa

Aku tahu
Ini semua suratan takdirku
Aku tahu
Aku tak mungkin menentang waktu

Tapi sunyiku dalam kalbu
Semakin lama semakin membeku
Dingin dan mulai terasa kaku
Seiring dengan berjalannya waktu

Ku ingin
Hatiku tak lagi dingin
Aku juga masih ingin
Merasakan hembusan angin

Tapi
Kini itu hanya mimpi
Aku tak bisa berlari
Untuk mengejar harapan tak pasti

Kapan?
Pertanyaan tak ada jawaban
Hanya harapan
Yang ku pendam dalam tidur panjang
Selengkapnya...